Raden Mas Harimurti

Raden Mas Harimurti yang dikenal sebagai nDara Hari adalah salah satu tokoh persilatan dan kebatinan dari Yogakarta yang ternama. Beliau lahir pada hari Selasa Kliwon, 25 Jumadilakir 1837 Jimawal atau 6 Agusutus 1907 dan wafat pada hari Rebo Pon, 19 Bakdamulud 1894 Je atau 18 September 1962.
nDara Hari adalah putera dari GPH Tejokusuma seorang tumenggung pada Keraton Yogyakarta. Beliau sejak kecil sangat gemar untuk belajar ilmu kebatinan dan ilmu kanuragan. Sejak umur 13 tahun, beliau mengembara ke seluruh Nusantara menekuni ilmu persilatan dan kanuragan. Banyak tokoh silat pada jaman itu seperti Kyai Busro, Kyai Mustapa, Kyai Iskak, Kyai Iskandar , dll yang menjadi sahabat beliau. Beliau sejak kecil dikenal sebagai anak yang nakal dan berani. Beliau dikeluarkan dari Eurooscshe Legere School Yogya gara-gara mengajak teman-temannya untuk tidak menghadiri perayaan penobatan Ratu Wilhelmina. 

RM Harimurti


Pada masa mudanya RM Harimurti juga merupakan orang yang gemar melakukan dan menjalani tapa brata. Berbagai macam laku dan puasa beliau jalani yang membuatnya menjadi orang yang sangat mumpuni dalam bela diri dan kanuragan. Salah satu ilmu beliau yang dikenang oleh murid-muridnya adalah ilmu gendam atau merubah dirinya menjadi harimau atau binatang lain yang ada disekitarnya. Ada tujuh hewan yang bisa beliau gendam yaitu macan gembong, macan kumbang, gorilla, ular besar dan ular kecil 
Pada jaman itu, beliau juga pernah ikut meramaikan pertandingan adu nyawa yang disebut "sambuk", yaitu pertandingan para pendekar silat dalam suatu klub yang tertutup. Mereka diadu dalam suatu kalangan dengan menggunakan senjata yang paling disukainya. nDara Hari pernah 9 kali mengikuti aduan ini dan tidak pernah kalah. Dan kemudian beliau diangkat untuk menjadi juri pertandingan sampai 3 kali.
Beliau juga mempelajari seni bela diri dari negara asing yaitu jiu-jiutsu dari Jepang dan kung fu dari China. Jiu jiutsu beliau pelajari secara khusus dengan mendatangkan guru dari Jepang dengan bayaran yang sangat mahal. Beliau juga mendalami seni kung fu dari aliran sam ban ning dan shantung. Waktu beliau dinobatkan menjadi pendekar disertai dengan upacara kebesaran.
Sekitar tahun 1930, beliau pernah menggegerkan dalem Tejokusuman dengan mendatangkan harimau kumbang. Harimau ini akhirnya mati ditembak oleh polisi militer Belanda. Pada waktu tentara Jepang datang ke Indonesia beliau pernah ditantang untuk berkelahi dengan algojo tentara Jepang. Ahli judo dan karate Jepang ini dikalahkan dengan cara dibuat tertidur hanya dalam waktu kurang dari lima menit saja.
nDara Hari juga mahir dalam seni tari, sebagai abdi dalem Keraton beliau sering ikut pentas seni tari yang diadakan oleh Keraton dengan tampil sebagai Raden Dursasana atau Patih Mamangmurka yang dinilai oleh para ahli tari sebagai sangat berhasil.
Semasa hidupnya beliau juga dikenal sebagai orang yang suka mengobati dan menolong orang yang datang untuk minta pertolongan. Beliau tidak pernah menikah, dan karenanya tidak memiliki keturunan, Sebelum meninggal beliau memiliki banyak murid yang kemudian tersebar ke seluruh Nusantara. Setidaknya ada 3 jenis ilmu yang sempat beliau ajarkan pada murid-muridnya yaitu: seni gerak (seni beladiri pencak silat), seni pernapasan dan ajaran-ajaran mengenai kehidupan.
Murid-murid beliau ada yang kemudian meneruskan ajaran seni gerak ini kemudian mendirikan organisasi Pencak Silat antara lain : Perpi, Popsi, Krisna murti, dll.
Gerakan-gerakan pencak silat yang diajarkan oleh RM Harimurti memiliki memiliki kekhasan tersendiri dan merupakan salah satu aliran yang baru di kala itu. Gerakan pencak dari RH Harimurti tidak menekankan pada jurus atau rangkaian gerak yang pakem, namun lebih mengutamakan gerakan-gerakan tunggal yang harus dikuasai dengan baik dan sempurna. Ketika gerakan-gerakan tunggal ini sudah dikuasai dan cukup lengkap, maka setiap orang akan bisa membuat rangkaian atau jurus sendiri sesuai dengan karakter dari masing-masing orang. Pada umumnya para peewaris seni pencak Tejokusuman memiliki seni gerak yang cukup lengkap dan seimbang, baik tangan maupun kaki. RM Harimurti juga tidak mempunyai jurus andalan yang harus dirahasiakan, karena semua gerakan dan rangkaian gerak dari setiap pribadi akan tergantung pada kondisi fisik dan karakter dari masing-masing pribadi.
Selain mengajarkan seni gerak bela diri, RM Harimurti juga mewariskan ajaran seni olah napas, beberapa murid beliau ada juga yang diberi warisan seni olah napas ini, salah satunya adalah Bp Sutarsono (alm) yang juga mewariskan ilmu pernapasan ini dengan menulis buku mengenai latihan pernapasan dann juga mengajar banyak murid selama hidupnya.
Disamping mengajarkan ilmu pencak dan latihan pernapasan beliau juga mewariskan ajaran-ajaran moral dan budi pekerti yang merupakan nilai-nilai luhur kehidupan yang universal. Nilai-nilai kehidupan tersebut merupakan salah satu peninggalan dari beliau yang sangat bermanfaat sebagai pegangan hidup bagi kehidupan manusia sampai saat ini.