ORGANISASI
PENCAK SILAT
“KRISNAMURTI” Mataram
di :
Y O G Y A K A R T A
A. IDENTITAS PERGURUAN
1.
Nama Organisasi Perguruan Pencak Silat “Krisnamurti”
Mataram
2.
Berdiri pada tanggal 27 Juli 1972 berpusat di
Yogyakarta
3.
Alamat Sekretariat: Gedongkiwo MJ.I / 872 Yogyakarta – 55142 ; nomor telp: (0274) 377360
B. SUMBER ALIRAN
1. Sumber aliran atau metode Pencak Silat ”KRISNAMURTI” adalah dari ajaran Almarhum R.M HARIMURTI, putera G.P.H
TEJOKUSUMO di Yogyakarta atau juga dikenal sebagai aliran “Pentjak Tedjokusuman” (beraktifitas sejak 1925)
2. Ajaran Almarhum pada dasarnya dibagi dalam
2(dua) hal, yaitu :
a. Metode Pencak Silat.
b. Pedoman – Pedoman Moral.
C. AJARAN
1. Tujuan dari pelajaran Pencak Silat ini adalah
untuk melatih siswa sehingga memiliki keterampilan untuk mempertahankan jiwa
raganya dan untuk mendapatkan kesehatan lahir batin yang baik ( Waras
Trengginas Lahir Batin).
Dengan demikian siswa akan mempunyai rasa
percaya pada diri sendiri yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
2. Agar dalam kehidupan sehari-hari siswa dapat
membawakan diri sebaik-baiknya, maka Almarhum mengharuskan siswa-siswa nya
bertindak dan berfikir sebagai SATRYA
TAMA sejati. Adapun sifat-sifat yang harus dimiliki seorang SATRYA TAMA adalah :
1)
Menyembah
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2)
Hormat
kepada orang tua, guru dan sesama hidup.
3)
Berani
dalam mempertahankan kebenaran, bertanggung jawab atas perbuatan dan
kewajibannya.
4)
Pantang
Menyerah dalam menuntut apa yang dicita-citakan sekalipun dijumpai banyak
kesulitan dan rintangan.
5)
Rendah
Hati, tidak menonjolkan kelebihannya atau jasa-jasanya dimanapun dan dalam
keadaan apapun, tetapi siap sedia untuk menggunakan kelebihannya bila
diperlukan.
6)
Dapat menahan diri untuk mengendalikan hawa nafsu
7)
Memiliki sifat Jujur walau terkadang pahit namun kejujuran menjadi watak
yang harus dipegang oleh seorang satrya tama
8)
Adil yang berarti mampu menempatkan segala sesuatu pada porsi yang tepat
sehingga diperlukan sikap yang bijaksana.
9)
Disiplin Pribadi
10)
Gemar Menolong
11)
Mumpuni dalam segala hal
Siswa-siswa nya dengan keterampilan dibidang
Pencak Silat saja, tetapi juga pengetahuan-pengetahuan kepemimpinan,
ber-organisasi, melatih dan mentalitas, maka pembina dan pelatih “KRISNAMURTI” dapat diambilkan dari :
a. Ahli - ahli dari “KRISNAMURTI”.
b. Ahli – ahli dari luar “KRISNAMURTI”.
3. Ketentuan pelatih yang masih mengikuti
pendidikan adalah sebagai Berikut :
a. Pelatih Tingkat I (TAMTAMA) sekurang –
kurangnya adalah tingkat II (WIRAMUDA).
b. Pelatih Tingkat II (WIRAMUDA) sekurang-
kurangnya adalah tingkat III (WIRAMADYA).
c.
Pelatih Tingkat
III (WIRAMADYA) sekurang – kurangnya adalah tingkat IV (WIRATAMA).
d. Pelatih Tingkat IV (WIRATAMA) sekurang –
kurangnya adalah Tingkat diatasnya yaitu mereka yang telah lulus dari
pendidikan “KRISNAMURTI” (Pendekar).
D. MAKNA LAMBANG PERGURAN
1. Keris : melambangkan
bahwa aliran berasal dari Pentjak Gaya Mataraman
2. Mata Anak
Panah : melambangkan perguruan Pencak Krisnamurti Mataram dapat dikembangkan di
segala penjuru dan lapisan.
3. Segitiga :
melambangkan bahwa semua yang kita miliki pada dasarnya berasal dari Tuhan Yang
Maha Kuasa dan akan kembali kepada-Nya.
4.
Mata Rantai : melambangkan rasa persatuan dan
persaudaraan.
5.
Sayap bagian bawah : melambangkan perguruan ini
diharapkan dapat selalu berkembang dan terus berkembang.
6. Warna Hitam :
melambangkan keteguhan hati
7. Warna Merah :
melambangkan kekuatan dan keberanian dalam membela kebenaran.
8.
Warna Kuning : melambangkan kebesaran hati dan kewibawaan.
E. SUMBER SISWA
Siswa dan warga “KRISNAMURTI” berasal dari masyarakat baik pria maupun wanita dari
segala lapisan ketentuan sebagai berikut :
a. Cukup sehat fisiknya untuk mengikuti latihan.
b. Tidak mempunyai kelainan mental.
c.
Umur
minimal 13 tahun.
F. SISTEM PENGAJARAN DAN LATIHAN
Beberapa sistem pengajaran dan latihan yang
digunakan sesuai dengan tingkatan dan macam pelajaran adalah :
a.
Bentuk.
1). Jumlah, dipandang dari segi jumlah, maka
ada dua bentuk :
a).
Secara bersama (serentak) / extensive.
b).
Perseorangan (satu persatu) / Intensive.
2). Tempat, dipandang dari segi dimana memberikan latihan
Maka ada dua bentuk, yaitu :
a).
Diruang khusus,
b).
Dimedan terbuka ( lapangan ).
b.
Sistem.
Sistem ini adalah sistem dalam memberikan
pelajaran, yaitu :
1). Sistem drill ( melakukan gerakan berulang
– ulang ).
2). Sistem ceramah ( mendengarkan ).
3). Sistem seminar ( sarasehan ).
4). Sistem demonstrasi ( peragaan ).
G. TINGKATAN DAN LAMA PENDIDIKAN
Terdapat 4 (empat) tingkatan selama dalam
pendidikan dalam “KRISNAMURTI”. Adapun tingkatan-tingkatan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Tingkat I ( TAMTAMA ) harus ditempuh minimum
6 (enam) bulan
latihan.
b. Tingkat II ( WIRAMUDA ) harus ditempuh
minimum selama 12
(dua
belas) bulan latihan.
c. Tingkat III ( WIRAMADYA ) harus ditempuh
minimum 12 (dua
belas) bulan latihan.
d. Tingkat IV ( WIRATAMA I-III) harus ditempuh minimum selama 3 x 12 bulan latihan.
G. SISTEM KENAIKAN TINGKAT
Apabila untuk sesuatu tingkat telah memenuhi
syarat lama latihan, maka diadakan ujian.
Sesudah menempuh ujian pada dasarnya ada 3 ( tiga ) macam hasil :
a. Lulus.
b. Mengulang ( selama 3
bulan ).
c. Tidak Lulus.
Keterangan :
a.
Bagi
mereka yang lulus dalam ujian dapat mengikuti tingkat diatasnya.
b.
Bagi
mereka yang mengulang, harus menempuh ujian yang sama dilain waktu yang telah
ditetapkan, biasanya 3 bulan berikutnya setelah ujian pertama.
c.
Bagi
mereka yang belum lulus dapat mengulangi pada tingkat semula.
d.
Untuk
tingkat IV ( WIRATAMA ) minimal umur 20 tahun.
H. SASARAN DAN MATERI PELAJARAN DARI TIAP
TINGKAT
1. Tingkat I ( TAMTAMA ).
Sasaran : Pembentukan Kesadaran Berlatih.
Materi : 1)
Sikap & kuda2 : 3 macam
2) Gerakan Tangan : 17
jenis
3) Gerakan Kaki : 8 jenis
4) Langkah : 8 macam
5) Fisik : 3 macam
6) Penguatan : 4 macam
Warna
Sabuk : Hitam Polos
2. Tingkat II ( WIRAMUDA ).
Sasaran : Pembentukan secara intensive pada
norma - norma gerakan “KRISNAMURTI”.
Materi : 1)
Sikap & kuda2 : 2 macam
2) Gerakan Tangan : 14
jenis
3) Gerakan Kaki : 9 jenis
4) Greep : 11 macam
5) Cara melepaskan greep :
4 cara
6) Senjata Tongkat pendek :
13 jurus
7) Fisik : 3 macam
8) Penguatan : 4 macam
9) Mental Spiritual : 4
materi
Warna
Sabuk :
1)
Wiramuda I (6 bulan pertama) : Hitam Strip 1 Putih
2)
Wiramuda II (6 bulan kedua) : Hitam Strip 2 Putih
3. Tingkat III ( MIRAMADYA )
Sasaran : Pembentukan dan penguatan mental.
Materi : 1)
Sikap & kuda2 : 2 macam
2) Gerakan Tangan : 10
jenis
3) Gerakan Kaki : 11 jenis
4) Senjata Pisau/Keris : 14
jurus
5) Penguatan : 5 macam
6) Mental Spiritual : 3
materi
Warna
Sabuk : Hitam Lis Kuning
4. Tingkat IV ( WIRATAMA ).
Sasaran : Pembentukan mental dan kewibawaan.
Materi
Wiratama I :
1) Gerakan Tangan : 5 jenis
2) Senjata Tongkat panjang
: 11 jurus
3) Fisik : 4 macam
4) Penguatan : 6 macam
5) Mental Spiritual : 3
materi
Materi
Wiratama II :
1) Senjata Pedang : 10
jurus
2) Senjata Cabang : 15
jurus
3) Penguatan : 2 macam
4) Mental Spiritual : 5
materi
Materi
Wiratama III :
1) Mental Spiritual : 4
materi
2) Pematangan : 3 materi
Warna
Sabuk : Hitam Lis Merah
5.
Pendekar (SATRYA TAMA)
Warna
Sabuk : Hitam Polos
SKEMA
POLA PENDIDIKAN “KRISNAMURTI”
Tiap – tiap latihan selalu didahului dengan
sesuatu upacara sebagai berikut :
a. Setelah kepala kelompok
latihan melaporkan jumlah siswa yang berlatih kepada pemimpin latihan, kemudian
semua siswa mengambil tempat masing – masing untuk melakukan DARANABUKA. Intinya adalah menenangkan
pikiran, meninggalkan pikiran – pikiran
lain, kecuali memusatkan perhatian kepada latihan – latihan yang akan dilakukan
dan disamping itu mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga dalam latihan ini
semuanya diberkahi keselamatan.
b. Setelah DARANA BUKA
selesai, semua siswa berdiri tegak. Kepala kelompok mengucapkan PRASETYA LATIHAN diikuti semua siswa.
Kemudian barulah dilakukan latihan.
c. Setelah latihan, ditutup
dengan DARANA TUTUP. Intinya selain
menenangkan pikiran kembali juga mengucapkan syukur kepada Tuhan, semuanya
telah diberikan keselamatan.
Adapun isi PRASETYA LATIHAN
adalah sebagai berikut :
PRASETYA
LATIHAN
Saya berjanji :
1. Sanggup menjunjung tinggi
nama organisasi “KRISNAMURTI”
2. Sanggup menjaga kesopanan.
3. Sanggup menguasai diri.
4. Sanggup tunduk dan taat
kepada petunjuk Guru.
5. Sanggup berlatih dengan
sungguh-sungguh dan penuh semangat.
###################
.png)
.png)