Aliran pencak silat ini adalah salah satu dari sekian banyak aliran pencak yang ada di Indonesia. Ilmu pencak ini merupakan seni gerak beladiri yang diwariskan dan diajarkan oleh RM Harimurti. Pada masa hidupnya beliau dikenal sebagai pendekar yang sudah mumpuni dalam ilmu kesaktian dan juga ilmu pencak silat. Salah satu peninggalan beliau yang diwariskan dengan diajarkan kepada orang-orang yang belajar kepadanya adalah ilmu seni beladiri yang waktu itu dikenal sebagai pencak aliran tejokusuman. Pada masa hidupnya beliau memiliki banyak murid yang telah mempelajari ilmu seni pencak silat yang beliau miliki, beberapa diantaranya juga mengembangkan nya dengan mendirikan beberapa oranisasi dan perguruan pencak diantaranya: Perpi, Harimurti, Krisnamurti, Popsi, dll.
Selain dikenal sebagai pendekar yang ahli seni bela diri, RM Harimurti semasa hidupnya RM Harimurti juga dikenal sebagai ahli seni tari. Kemampuannya menari sangat dikenal di kalangan keraton Yogyakarta saat itu. Karena itu adalah sangat wajar apabila gerakan-gerakan seni beladiri yang beliau wariskan juga sangat luwes dan memiliki unsur keindahan gerak seperti halnya gerakan-gerakan tari. Khusus untuk ilmu pencak ini beliau dapatkan dari kegemarannya belajar ilmu beladiri semasa mudanya, beliau belajar ilmu seni beladiri dari 8 aliran seni beladiri yang ada saat itu kemudian membentuk beliau menjadi salah satu orang yang sangat mumpuni di dalam olah seni gerak pencak sebagai bela diri.
Sebagai gerakan untuk membela diri, seni pencak aliran tejokusuman ini merupakan salah satu gerakan yang sangat lengkap karena diciptakan oleh seorang empu atau pendekar sudah sangat mumpuni pada jamannya.
Gerakan dari pencak tejokusuman ini dapat dibedakan dari seni pencak dari aliran lain karena memang memiliki ciri-ciri yang khas. Berikut ini beberapa ciri khas dari gerakan pencak silat warisan RM Harimurti.
- Sikap kuda-kuda dalah sikap berdiri tegak, menghadap penuh dan berdiri sempurna.
Yang dimaksud dengan kuda-kuda adalah posisi dimana kita siap untuk mengantisipasi setiap gerak dan aksi lawan. Pada posisi kuda-kuda ini kita bisa saja untuk menyerang atau juga menangkis atau melakukan aksi-aksi yang lain pancingan atau gerakan-gerakan yang lain untuk memperkuat posisi kita. Karena itu maka posisi kita harus dalam pandangan penuh terhadap lawan, sehingga dapat menanggapi setiap perubahan dan aksi dari lawan kita secara terbuka.
Selain itu kuda-kuda juga bisa juga diartikan sebagai posisi menunggu, karena itu kita harus dalam posisi yang enak dan sikap yang bisa dilakukan dalam waktu yang lama apabila diperlukan. Kadang-kadang apabila diperlukan, bisa juga sikap kuda-kuda itu dirubah dengan sikap yang lain, misalnya seperti sikap merendah atau miring, tetapi tidak boleh terlalu lama.
Pada saat posisi kuda-kuda ini maka kedua kaki harus menapak dengan sempurna, kedua kaki menopang berat tubuh secara seinbang seperti orang berdiri secara biasa. Hal ini dimaksudkan supaya apabila diperlukan maka berat badan dan tumpuan dapat dipindah ke satu kakai dari kaki yang satu ke kakai lainnya dengan mudah dan cepat. Perpindahan berat badan dan tumpuan merupakan satu hal yang sangat penting untuk melangkah dalam suatu proses penyerangan atau pertahanan (tangkisan).
Sedangkan untuk dapat menyerang atau menangkis dengan sempurna selalu dibutuhkan tumpuan yang kokoh. Tanpa tumpuan yang kuat, maka serangan atau tangkisan menjadi tidak bertenaga dan tidak bisa menghasilkan efek yang kuat. Pada saat melakukan langkah untuk melakukan serangaan atau tangkisan maka posisi badan dan kaki harus dalam posisi yang tepat dan menguntungkan. Karena itu pergerakan kaki dan langkah merupakan, hal yang sangat penting dalam setiap gerakan. Dengan posisi yang tepat maka serangan atau tangkisan bisa menjadi sangat kuat dan mematikan.
- Posisi telapak tangan terbuka dengan empat jari yang rapat.
Seni pencak mempunyai banyak sekali vareasi serangan dan tangkisan. Ada banyak serangan dan tangkisan yang dilakukan dengan tangan terbuka dan ada juga serangan yang dilakukan dengan tangan mengepal. Posisi tangan terbuka memungkinkan kita untuk melakukan beragai macam gerakan atau tangkisan tanpa terpaku pada satu macam tangkisan atau serangan saja. Posisi tangan terbuka juga memungkinkan kita untuk melanjutkan suatu tangkisan dengan sutau gerakan tangkapan, kuncian atau bantingan apabila diperlukan.
Posisi tangan terbuka ini membutuhkan jari-jari tangan yang kuat dan kewaspadaan yang tinggi. Karena jari-jari yang terbuka ini dapat dengan mudah cedera apabila diserang. Karena itu maka keempat jari harus selalu rapat dan siap. Selain itu jari-jari juga harus dilatih untuk dapat kuat dan terampil. Dengan posisi tangan terbuka ini sebenarnya juga menunjukkan bahwa kita tidak dalam posisi yang mau mengancam lawan, tetapi kita lebih siap untuk menerima dan menhadapi setiap aksi dan gerakan lawan yang mau mengancam kita.
- Keseimbangan antara gerakan kaki dan tangan
Pada waktu masa hidupnya RM Harimurti sudah mempelajari berbagai macam aliran beladiri, karena itu penguasaan geraknya tenu saja sudah sangat lengkap. Baik tangan atau kaki adalah anggota badan yang dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk menangkis ataupun menyerang karena itu harus dilatih dan dihidupkan secara seimbang. Seperti juga tangan kaki juga harus bisa memukul, menangkis dan bahkan mengunci, meskipun dengan cara berbeda. Gerakan-gerakan kaki pada hakekatnya adalah seperti tangan yang di posisi bawah. Karena itu untuk segala gerakan–gerakan baik itu serangan, tangkisan atau kaki selalu ditujukan ke arah bawah. Gerakan kaki tidak dianjurkan untuk hanya sebatas kemampuannya saja (sebatas orang bisa mengangkat kaki secara normal) tidak untuk melakukan serangan yang terlalu tinggi. Untuk gerakan-gerakan yang ke arah tinggi maka akan lebih mudah dan menguntungkan apabila dilakukan dengan menggunakan tangan.
