Gerakan kaki

Dalam teknik beladiri, gerakan kaki memiliki peran yang sangat penting. Apalagi pada saat ini ketika martial art gaya baru banyak dikembangkan dan ditemukan. Gerakan kaki secara umum memiliki kelebihan dibandingkan dengan tangan karena jangkauan yang lebih jauh dan bisa lebih kuat dibandingkan dengan tangan. Namun untuk bisa mengaktifkan kaki, maka dibutuhkan latihan yang lebih berat dan inten. Selain melatih kekuatan dan ketrampilan kaki, setiap gerakan kaki mesti dilakukan dengan mengatur keseimbangan. Ketika satu kaki diangkat, maka tumpuan badan hanya pada satu kaki, dan secara otomatis kekuatan dan keseimbangan dari sikap menjadi berkurang.

Dalam pencak silat Krisnamurti, gerakan kaki merupakan salah satu bagian yang sangat penting dan tidak ditinggalkan. Serangan dan tangkisan dengan kaki mesti dikuasai dengan baik sebagai bagian dari teknik pencak pencak silat. Serangan dengan kaki ada banyak varian, yaitu serangan lurus: tendangan depan (gajulan), tendangan lipat, tendangan setempat, tendangan loncat, tendangan balik dan juga serangan yang bersifat melingkar yaitu serkelan dan sabetan. Pada tahap lanjutan, kaki juga bisa digunakan untuk melakukan gerakan tepakan dan tamparan, cangkolan, sapuan, dll seperti halnya tangan.

Berikut ini beberapa prinsip dasar dari gerakan kaki 

  • Kaki harus bisa seperti tangan

Pada prinsipnya kaki juga harus dilatih supaya terampil seperti halnya tangan, jika tangan bisa memukul, menangkap, menangkis, bahkan mengunci maka demikian juga dengan kaki. Tetapi tentu saja dengan cara yang berbeda. Pada prakteknya latihan untuk kaki mendapatkan porsi yang lebih banyak dalam pelatihan Krisnamurti, karena memang untuk menghasilkan ketrampilan kaki dibutuhkan effort yang lebih berat.

  • Gerakan kaki tidak boleh terlalu tinggi

Pada prinsipnya kaki tidak ditujukan untuk menyerang atau bagian atas, gerakan kaki mesti dibatasi dengan tinggi sewajarnya saja. Karena kaki yang diangkat terlalu tinggi sebenarnya akan membuat sikap dan keseimbangan menjadi terganggu. Serangan dan tangkisan kaki akan lebih bermanfaat apabila ditujukan untuk bagian bawah lawan. 

  • Keseimbangan yang penuh

Setiap gerakan kaki baik serangan ataupun tangkisan, mesti dilakukan dengan sikap yang sempurna, artinya sikap berdiri yang kokoh. Tidak disarankan serangan yang menggunakan berat badan sebagai tambahan tenaga. Setiap gerakan kaki selalu dengan penuh penguasaan baik terhadap kaki atapun terhadap sikap tubuh dan kuda-kuda