Kuda-kuda, langkah dan sikap

Kuda-kuda dan sikap merupakan salah satu unsur penting dalam seni gerak bela diri. Skap berdiri, cara berjalan, dan cara melangkah ini mencermikan penguasaan seni bela diri  dari seseorang. Penguasaan dari segala gerak bela diri akan dapat dilihat dari bagaimana orang berdiri, berjalan dan bersikap. Sikap kuda-kuda dan langkah merupakan salah satu aspek yang harus dilatih dan dikuasai bersama-sama dengan gerakan-gerakan yang lain.  Sikap kuda-kuda dalam Krisnamurti ada beberapa yaitu: kuda-kuda palangan atas, kuda-kuda palangan bawah, kuda-kuda sejajar, dll. Sedangkan langkah juga ada beberapa jenis yaitu langkah maju, langkah mundur, langkah samping, langkah balik, langkah menjauh, langkah mendekat, rapat, dll yang semuanya mengatur bagaimana pergerakan kaki dan badan.




Secara dasar sikap dan kuda-kuda dalam Krismanurti adalah sebagai berikut :

  • Sikap menghadap penuh

Standard kuda-kuda dalam Krisnamurti adalah sikap menghadap penuh. Sikap ini memungkinkan untuk melakukan pergerakan dan perpindahan badan secara bebas ke mana saja, ke samping kiri, ke samping kanan, maju ke depan atau mundur. Dalam beberapa keadaan boleh saja melakukan sikap miring, tetapi sikap ini tidak boleh terlalu lama digunakan. Dalam keadaan normal, maka sikap mesti dikembalikan ke sikap dasar yaitu sikap bediri dan menghadap penuh

  • Berdiri tegak

Standard sikap dari Krismanurti adalah berdiri tegak selayaknya orang berdiri. Dalam beberapa kondisi, mungkin kita harus berdiri rendah, setengah jongkok atau bahkan sikap bawah. Namun dalam keadaan normal, sikap mesti dikembalikan ke posisi berdiri tegak. Sikap ini memiliki kelebihan karena relative nyaman bagi tubuh karena merupakan sikap alami tubuh pada saat berdiri dan berjalan. Sikap rendah, sikap jongkok selain akan lebih berat dan menguras tenaga, juga akan membuat pergerakan tubuh menjadi terbatas. 

  • Tangan selalu rapat melindungi tubuh 

Pada saat kuda-kuda ataupun melangkah bahkan pada saat menyerang, maka perlu dimibangi dengan gerakan tangan yang melindungi tubuh. Bahwa pada saat bergerak, menyerang pada prinsipnya juga membuka kesempatan bagi lawan untuk menyerang, karena itu maka mesti perlu diimbangi dengan gerakan tangan yang menutup dan siaga untuk mengantisipasi kemungkinan serangan dari lawan.